Senin, 12 Mei 2014

Tidak Terima dengan Tulisan Warga, Seorang Caleg Mengajak Duel Sampai Mati


Tanggapan Caleg dari Golkar
Masih ingat tulisan salah seorang facebooker beberapa waktu yang lalu saat menjelang pileg tentang seorang caleg yang tidak terima karena diingatkan warga untuk tidak memasang alat peraga kampanye? Tulisan tersebut dimuat di facebook oleh Ary Lesmana, salah seorang yang mengaku warga Sleman.
Ary menuliskan dalam akun facebooknya bahwa caleg yang fotonya terpampang itu telah melanggar minggu tenang karena memasang alat peraga kampanye yang dilakukan oleh timsesnya.

Ternyata tulisan Ary Lesmana pun ditanggapi oleh akun yang mengaku sebagai Riezhkie Marhaendra. Riezhkie mengatakan mengatakan, "Tks untk prhtian bsr mas ary lesmana dkk. Scr hukum komentar anda terkualifisir tpdna cyber crime. Tp saya lbh seneng adu fisik sj klo anda masih tdk trima. Duel sampe mati mlh saya seneng.hidup GOlkar!"

Riezhkie yang merasa telah dicoreng sama tulisan Ary Lesmana di dalam tulisanya mengisyaratkan untuk mengajak duel sampai mati. Dalam tanggapan berikutnya Riezhkie menuduh Ary Lesmana adalah orang PBB.

"Biasa Ton, politik. Itu kerjaannya orang PBB.", kata Riezhkie menutup komentarnya. Komentar Riezhkie tersebut diposting pada tanggal 23 April 2014. Di dalam data KPU, Riezhkie terdaftar di daerah pemilihan Sleman 5 dengan nomor urut paling akhir yaitu 9. Di sana tercatat bahwa Riezhkie tinggal di kecamatan Mlati. Jika dilihat akun facebook Riezhkie yang menanggapi komentar tersebut tertulis tinggal di DKI Jakarta dan pernah tinggal di Singapura dan kota asalnya dari Singapura.

Sampai saat ini belum ada kabar pasti apakah Riezhkie terpilih menjadi anggota DPRD Sleman atau tidak. Berikut ini kutipan tulisan yang dibuat oleh Ary Lesmana di facebook.

Ary Lesmana
Foto Profil FB Ary Lesmana
Caleg sewot, menantang berkelahi saat diingatkan utuk tidak memasang alat peraga kampanye di minggu tenang.
Di saat pelaksanaan Minggu tenang dan atribut kampanye dibersihkan, tim dari seorang caleg dari Partai Golkar, Dapil V Mlati, Gamping, Kab Sleman Yogyakarta, malah asyik menempelkan atribut kampanye.
Penulis, warga setempat yang kebetulan melintas, mengingatkan agar tidak menempelkan atribut kampanye pada saat minggu tenang. Diperingatkan baik-baik, tim caleg dengan sopan menjawab, "Ini kan kami cuman menempelkan kalender". Ketika didesak penulis bahwa yang ditempelkan bukan kalender, tetapi alat peraga kampanye, timses malah menantang, "Monggo silahkan laporkan ke KPU dan Bawaslu".

Melihat keributan kecil, sesorang yang mengaku caleg yang gambarnya tercantum pada stiker yang ditempelkan, turun dari mobil dan terlihat sewot. Dia mengingatkan bahwa dia adalah cucu dari seorang tokoh yang disertakan di dalam gambar. Ketika penulis mengingatkan lagi bahwa pada hari itu, 6 April adalah Masa Minggu tenang, caleg ini mulai sewot dan menukas, "Ini masalah Politik!! Anda mau apa? Silahkan laporkan ke KPU! Anda menantang saya??". Penulisa tidak mau terprovokasi dan hanya menukas, saya sebagai warga desa berhak mengingatkan dan menjaga desa ini". Medengar kata "desa", Caleg ini tertawa mengejek, dan dengan arogan berkata, "Kalau berani keluar dari desa!!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan menulis komentar. Tulislah komentar dengan penuh tanggung jawab.

Coretan Populer